Archive for the ‘1’ Category

Mereka Tak Tahu, Kawan

November 15, 2015

Saat sebagian besar berkata “cukup! Semua sudah usai”

Katakan “maaf, ini baru dimulai, kawan”

Mereka mencemoohmu seoalah kau jadi orang paling bodoh

Tapi apakah mereka tahu apa yang engkau rasa?

Tidak, kawan. Tidak

Mereka tak tahu apa-apa

Mereka hanya ingin mencoba mengendalikanmu

Orang yang selama ini tak pernah bisa mereka kendalikan

Dengarkan hatimu

Tuntunlah dengan logika

Jika hati dibiarkan meraja ia membutakan semua

Andai logika terus berkuasa ia melumpuhkan segala

Percayalah, sobat

Tak ada yang sia-sia

Kesabaran pasti berbuah manis

Tak ada waktu terbuang untuk menanti

Teruskan, teman

Meski kau merasa sendiri dalam gelap

Itu lebih baik

Dibanding kau selalu merasa sepi di bawah cahaya



Galau Itu, Asyik

October 28, 2015

Galau itu ternyata asyik juga. Sudah hampir dua tahun ini aku tak pernah galau. Tetapi sekalinya galau, eh hal besar yang kuimpikan dua tahun terakhir ini terancam pupus.

Jika menuruti emosi, mungkin sudah pupus. Tapi itu bukan itu yang kuinginkan. Aku ingin mewujudkannya. Bersama dia yang kuinginkan dan kubutuhkan.

Namun, kalaupun pupus, aku pun harus siap. Karena hati tak bisa dipaksa. Hubungan tak bisa dilandasi dengan keterpaksaan.

Untung saja, ada wanita yang melahirkanku ke bumi selalu menasihati. “Nak, perjuangakan dia sampai kamu mentok. Kalau tidak berhasil, sakitnya tidak akan seperti jika seandainya kau tak melakukan apapun. Namun yang pasti, kamu harus siap dengan kemungkinan terburuk. Ibu mendukung segala yang kau lakukan untuk mendapatkannya kembali,”

Wah asyik juga nasihat ibu.

Tapi hal terpenting buatku ternyata bukan itu. Aku jadi ingat Tuhan. Kemarin-kemarin aku lupa Tuhan itu siapa dan dimana. Walaupun malu, aku datang juga ke hadapan-Nya melalui salatku.

Aku nggak munafik juga. Tentu aku minta pada-Nya agar menuliskan namanya sebagai jodohku. Tapi di bagian akhir, dengan berat, hatiku spontan menambahkan agar ikhlas jika keinginan tak sesuai kenyataan.

Tuhanku ternyata tak pernah lupa pada pendosa ini. Dan semoga saja, aku tak ngawur dan mengulangi kesalahan yang sama. Kemarin aku adalah keledai dungu yang selalu jatuh di lubang yang sama.

Tapi selarang aku takut. Dikira orang yang gak gaul juga gapapa deh. Dibanding harus mengulang kesalahan sama mulu. Yang namanya dosa itu enak boss. Sebelum lu sakit, lu gak akan sadar. Setelah sakit pun banyak yang kemudian lupa.

Tapi kalau mengingat pedih perihnya buah dari dosa dan kesalahan, bikin takut bener-bener. Atau sekarang gini aja deh, gak usah takut dosa karena itu gak keliatan. Gimana kalau lu pada, khawatir bakal ngalamin sakit sebagai dampak dari kesalahan itu.

Lu pasti kan belum ada yang ngeliat dosa kan? Tapi setiap orang pasti pernah merasakan sakit. Entah itu sakit hati, sakit perut, sakit gigi or the others. Yang jelas, hindarilah berbuat salah. Jaga diri baik-baik.

Hidup itu menanam. Kalau kita nanamnya baik, pasti dapat yang baik juga meskipun belum tentu kebaikan yang kita tanam itu yang bakal dituai. Orang nanem mangga, kan belum tentu juga ikut panen semua buahnya karena bisa jadi tuh mangga dicolong tetangga. Tapi lumayan lah, tetep masih bisa makan mangga.

Nah itu nanemnya yang baik. Gimana kalau menanam kejelekan? Itu investasi buruk juga. Dan Alhamdulillah, sekarang Tuhan dah ngingetin dengan sakit hati.

Segalanya sesuatu pada dasarnya menyimpan kebaikan. Bahkan pada hal yang kita anggap buruk. Hanya saja, sebagian besar dari kita termasuk saya, memandang dari satu sisi saja. Yang jelas pada males untuk nyari berbagai sisi dan berusaha menemukan kebaikkannya. Tahunya kalau buruk ya buruk aja.

Temukan kebaikannya dari hal yang kita anggap buruk.

Gak usah pengen dendam dendaman. Karena dendam gak ada habisnya. Biar yang ngebalas Tuhan aja. Ingatan dan perhitungan Tuhan pasti lebih bagus dari kita punya. Doakan orang yang telah menyakiti kita karena dia itu adalah utusan untuk bikin kita makin inget ma Boss di atas sana. Doa tentunya yang baik-baik. Karena mendoakan kebaikan bagi orang lain adalah investasi besar.

Jangan doain jelek ke orang lain. Kalaupun dah kelepasan, ya buru-buru sadar. Syukur-syukur mau istighfar. Mendoakan jelek orang, gak ada gunanya. Lu juga gak mau kan didoain jelek?

Maafkan semua yang dah terjadi tapi jangan dilupakan sehingga kita punya pengalaman yang katanya adalah guru terbaik. Untuk jadi pengalaman ke depan. Orang naik motor aja ngeliat ke spion bentar bentar doang. Kalau dia ngeliat ke spion terus, jadinya nabrak. Kan motornya berjalan maju.

Mumpung lagi sadar dan semoga semakin bertambah sadar, mari berdoa. Ya Allah, jangan kelompokkin aku ke keledai dungu dong. Cukup kemarin aja. Dan sekarang, tolong permudahlah jalan hamba untuk mengubah dosa jadi ibadah. Yang terakhir itu doa pribadi.

Memang terkesan mau enaknya aja. Tapi kan yang baca gak ngerasain gimana sakitnya sebelum ini ditulis. Ditambah lagi, Tuhan itu bisa ngelakuin apapun. Yang pasti juga, Dia nggak pelit and bakal ngasih yang kamu butuhkan. Inget, yang kamu butuhkan dan yang diinginkan beda lho. Tapi kalau boleh nawar, berhubung Tuhan ga pelit, sekalian dong. Yang dibutuhkan dan diinginkan.

Kalau seandainya besok yang dicoba tuh gagal, anggep aja Tuhan lagi pengen aku tambah sabar. Seberapa lama bisa menunggu hal baik tanpa meninggalkanNya atau menghujatNya. Intinya syukuri aja setiap kejadian dan yang kita punya.

Nyari dan ngedapetin yang lebih baik itu harus tapi juga harus dengan pertimbangan matang. Hidup itu kayak bermain-main. Dapet mainan baru, bakal melupakan yang lama. Tapi itu biasanya sejenak asalkan barang lama kita dah teruji kompetitif dan high quality.

Hidup itu adalah meninggalkan kenangan bukan sekadar mencari kemenangan. Jadi kesimpulannya, ciptakanlah kenangan sebanyak mungkin agar namamu tak pernah lekang. Tentunya kenangan yang baik. Yang penting usaha dan sekarang ditambahin berdoa. Kalau dua itu dijalanin, gak akan ada hal yang sia-sia. Apalagi ditambah restu dan doa orangtua. Pasti maknyooosss… Wassalam.


Berdamai dengan Dosa

October 28, 2015

Aku bersyukur atas segala nikmat dan sakit yang engkau berikan ya Robb

Tanpa sakit ini, betapa sombongnya aku

Betapa aku mengecilkan peranMu dalam hidupku

Dan betapa aku seolah tak butuh Engkau

Ya Allah, kini aku datang padaMu dengan segenap malu

Kadang hatiku bertanya

“Masih pantaskah aku meminta saat diriku bergelimang dosa?”

Engkau Maha Pengasih Peyayang dan Pengampun serta maha 96 lainnya

Tapi, kumohon padamu, beri aku kekuatan

Agar aku tak pernah lagi bertameng pada Maha PengampunMu

Memang aku pasti akan berbuat salah

Tapi jangan biarkan aku berbuat kesalahan yang sama

Lindungilah dan Ridhailah jalan pendosa ini

Murnikan hati ini agar menerima segala takdirMu


Ya Allah, hanya kepadaMu aku berterimakasih

Melalui sakit ini, Kau memanggil

Hanya untuk menyelamatkanku, Ya Ilahi

Terimakasihku atas semua limpahan kasihMu

Jadikanlah aku Nirmalasoka

Bebas dari kesedihan dan merana saat Kau tentukan nasibku

Tidak ada yang tidak mungkin buatMu

Lindungilah Ya Allah

Berikan aku jalan untuk mengubah dosa jadi ibadah

Engkau Maha Mengetahui

Seluruh nasib dan masa depanku, kuserahkan ikhlas padaMu

Tak Sia-sia

October 28, 2015

Terus melangkah

Meski kau lalui permadani berbulu belati

Jangan berhenti

Walau darah memancar dari telapak kaki

Nikmati semua

Jadikan cucuran air matamu sebagai teman sejalan

Pasrahlah

Ini cara Tuhanmu mengingatkan bahwa kau manusia biasa

Engkau tak bisa sendiri, teman

Ada ibu, kekasih hati, keluarga, teman, lawan, dan Tuhan yang Maha Besar

Inilah cara-Nya mengembalikanmu agar kembali mengingatNya

Syukurilah, tak ada hal yang sia-sia

Menyerahlah

Arus lautan kehidupanmu sedang bergejolak

Jika kau memaksakan niscaya akan kehabisan tenaga

Pulau di seberang masih jauh

Perjalanan masih panjang

Bersabarlah meskipun sakit sangat menyiksa

Engkau pasti mampu, sobat

Jangan merendahkan dirimu di depan masalah

Hadapi dengan gagah berani seperti kau belakang hari

Luka di kaki pasti terobati

Air mata pasti berhenti

Di depan, bisa saja ada jurang namun mungkin sekali ada jalan penuh kembang

Perjuangkan sampai kau tak bisa berjuang lagi

Jalani hingga sakit itu terasa nikmat

Ucapkan salam perpisahan dengan tenang

Namun jika tak ada salam perpisahan, kembalilah ke jalan Tuhan bersama

Lakukan yang terbaik didalamNya bersamanya

Carilah ridha-Nya bukan kenikmatan yang sesaat berlalu

Lakukan yang terbaik tanpa berharap

Semua bukan milikmu

Hidup masih panjang, namun

Kau tak pernah tahu kapan Tuhan mencabut nyawamu